Info Sehat RS Premier Surabaya

healthinfobanner.jpg

Mengenal Ginjal dan Permasalahannya

Dr. M. Thaha,PhD, SpPD-KGH, FINASIM

RS Premier Surabaya

Penyakit ginjal patut diwaspadai mengingat gejala awalnya seringkali tidak khas bahkan tidak bergejala. Keluhan justru muncul setelah memasuki tahap lanjut atau yang dikenal dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Oleh karena itu, dibawah ini Dr.M. Thaha PhD, SpPD-KGH, FINASIM dari RSSI Surabaya menjawab berbagai pertanyaan penting mengenai penyakit ginjal dengan harapan semakin banyak orang memahami mengenai penyakit ini. Penyakit ginjal adalah penyakit yang umum dijumpai, berbahaya, tapi dapat ditangani antara lain dengan deteksi dini agar pengobatan dapat segera dimulai serta komplikasi dapat dicegah. Penyakit Ginjal secara garis besar dibagi menjadi Gangguan Ginjal Akut (Acute kidney Injury) dan Penyakit Ginjal Kronik (PGK/ Chronic Kidney Failure/CKD). Kali ini kita akan fokuskan pada Penyakit Ginjal Kronik atau PGK.

Apa fungsi ginjal bagi tubuh kita ?
Hampir semua orang memiliki 2 organ ginjal yang terletak di pinggang bagian tengah. Uniknya, dengan berat masing-masing sebesar 150 gram dan panjang 10-11 cm, ginjal memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh kita antara lain :
Pertama, ginjal mengatur kadar air dalam tubuh. Kalau kurang, ginjal menahan agar air tidak keluar dari tubuh kita. Sebaliknya, kalau berlebih, ginjal akan mengeluarkan air itu. Ini yang dikenal dengan fungsi eksresi ginjal.
Kedua, ginjal akan menyaring hasil / sisa metabolisme tubuh untuk kemudian dikeluarkan.
Ketiga, memproduksi serta mengatur sejumlah hormon penting dalam tubuh seperti hormon eritropoitin pembentuk sel darah merah, hormon renin yang mengatur tekanan darah serta hormon yang berperan untuk mengaktifkan vitamin D (metabolisme tulang).
Kemudian, ginjal mengatur sejumlah proses kimia dalam tubuh meliputi menjaga keseimbangan garam, air, asam basa, serta mineral

Mengapa kita perlu menjaga ginjal kita tetap sehat ?
Dokter yang juga seorang staf pengajar di Dept Ilmu Penyakit Dalam FK UNAIR ini menambahkan sejumlah informasi terkait komplikasi yang dapat muncul jika ginjal kita bermasalah antara lain :
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
2. Gagal ginjal
3. Penyakit jantung dan pembuluh darah
4. Serangan jantung dan stroke
5. Penyakit tulang akibat gagal ginjal
6. Kekurangan darah atau anemia
7. Kerusakan saraf atau neuropati
8. Kematian

Bagaimana cara menjaga ginjal kita ?
Menurut dokter 37 tahun yang menyelesaikan pendidikan S1,S2 nya di Universitas Airlangga Surabaya , serta S3 nya di Juntendo University Tokyo, hidup sehat itu sangat penting untuk menjaga ginjal tetap sehat dengan olahraga, makan dan minum yang cukup, seimbang dan bergizi . Selain itu, prinsip semakin banyak minum semakin baik itu tidak sepenuhnya benar karena minum berlebihan justru membuat ginjal terlalu terbebani. Tips yang sederhana, untuk ginjal yang sehat, dalam sehari kita diperkenankan minum sebanyak 1 ½ -2 liter. Tapi untuk ginjal yang tidak sehat/bermasalah maka asupan minum harus ditakar, yaitu sesuai dengan jumlah produksi urin / 24jam ditambah sekitar 500 ml. Hal ini sudah termasuk air putih, air yang berasal dari buah, maupun dari masakan (kuah).
Keluhan dan tanda yang mengarah pada penyakit ginjal
"Pada" penyakit ginjal tahap dini tidak ada keluhan yang spesifik atau khas, jadi untuk mengetahui kondisi ginjal kita harus memeriksa diri secara dini karena dengan begitu kita bisa menghambat kerusakan ginjal lebih lanjut ke tahap akhir, serta mencegah komplikasi. Ketika keluhan itu datang berarti bisa dikatakan sudah memasuki penyakit ginjal kronis. Tanda-tanda yang patut diwaspadai adalah: tubuh cepat merasa lemah-letih-lesu-lemas, kencing sulit/sakit, sangat berbuih, berwarna kemerahan, bengkak di wajah, perut, dan ekstremitas.

Pemeriksaan ginjal itu sendiri seperti apa?
Pemeriksaan ginjal tahap dini itu sederhana, tidak mahal serta tidak perlu alat yang canggih. Cukup dengan pemeriksaan urin sederhana kita sudah bisa mendeteksi adanya kelainan ginjal. Beberapa pemeriksaan ginjal adalah sebagai berikut :

1. Pemeriksaan tekanan darah/tensi.
Tensi harus berada di bawah 130/80 karena hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah termasuk di ginjal atau yang dikenal dengan glomerulus. Pada kondisi penyakit dasar tertentu seperti diabetes mellitus, maka tensi <120/80 mmHg adalah ideal.


2. Pemeriksaan urin sederhana.
Dari pemeriksaan urin dapat dilihat jumlah protein. Jumlah protein yang melebihi normal merupakan pertanda kerusakan ginjal sehingga perlu diteliti lebih lanjut penyebabnya serta diobati. 


3. Pemeriksaan kreatinin darah
Ini juga termasuk pemeriksaan sederhana untuk melihat fungsi ginjal. Kreatinin bisa dianalogikan sebagai racun hasil metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal. Tapi begitu ginjal rusak maka ginjal tidak mampu mengeluarkan kreatinin yang optimal. 


4. Pemeriksaan laju filtrasi (GFR)
Ini adalah pemeriksaan untuk mengukur kemampuan ginjal yang sensitif . Nilai terbaik adalah diatas 90 ml/menit
Pemeriksaan rutin adalah cara paling efektif untuk mencegah kelainan ginjal. Pemeriksaan rutin dimaksudkan antara lain untuk deteksi dini protein di urin sebagai petanda kerusakan ginjal . Rutin disini berarti bisa 2-3 kali dalam setahun. Tetapi untuk orang-orang yang memiliki faktor resiko penyakit ginjal diharuskan melakukan pemeriksaan lebih sering. 

Siapa saja orang-orang yang memiliki faktor resiko penyakit ginjal ?
1. Seseorang  dengan hipertensi  terutama yang tidak terkontrol
2. Penderita diabetes mellitus
3. Kelainan pembuluh darah atau jantung
4. Memiliki keluarga yang pernah dinyatakan mempunyai kelainan ginjal.
5. Pernah terkena batu ginjal
6. Pengguna obat-obatan anti nyeri seperti gol NSAID (anti radang/anti nyeri)
7. Seseorang dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
8. Kegemukan / obesitas
9. Berbagai penyakit otoimun/ kekebalan tubuh
10. Resiko juga dimiliki pada seseorang dengan anggota keluarga yang mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, dislipidemia, serta gangguan pembuluh darah dan jantung.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terkena penyakit ginjal ?
Kalau sudah terkena sakit ginjal, tensi harus diturunkansampai normal, dibawah 130/80. Untuk menurunkannya kita harus menghindari makanan asin, hidup sehat, serta minum obat teratur. Menghindari makanan yang tinggi kalium untuk meringankan beban kerja  ginjal serta resiko komplikasi akibat hiperkalemia. Yang termasuk makanan tinggi kalium itu seperti buah, sayur, dan kaldu. Kemudian jika memiliki diabetes, gula darah harus dikendalikan sampai normal. Obat-obat anti-nyeri juga harus dihindari karena memperberat kerja ginjal. Kandungan protein dalam makanan juga harus diatur.

Saat ini bagaimana kejadian gagal ginjal di dunia dan di Indonesia?
Angka kejadian gagal ginjal tahap akhir saat ini terus meningkat tajam. Penyebab utama gagal ginjal sekarang sudah sudah beralih. Kalau dulu lebih sering disebabkan oleh hipertensi, batu ginjal ataupun infeksi, maka saat ini lebih dari 40% penyebab gagal ginjal kronis di Amerika dan Indonesia adalah diabetes. Hipertensi menempati posisi kedua. Maka dari itu, pengobatan terpenting PGK haruslah dimulai dari mengendalikan serta mengobati faktor resiko diabetes mellitus dan hipertensi sampai dengan normal ,  agar angka kejadian kesakitan maupun kematian akibat gagal ginjal dapat ditekan.



Sebagai wujud komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berfokus pada keselamatan pasien, RS Premier Surabaya (RSPS) secara ketat, intensif dan berkesinambungan menjalankan Program program audit di beberapa bidang seperti Infection Control, Building Safety, Peralatan Medis baik dari internal maupun  external, serta pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkesinambungan. Komitmen & Pencapaian yang sudah didapat selama ini, untuk menciptakan reputasi yang unggul bagi RSPS ini tentunya bukan akhir dari perjalanan menuju pelayanan berkualitas yang bertaraf internasional, melainkan sebagai langkah awal dan motivasi dalam ber upaya terus meningkatkan pelayanan yang berkelanjutan dengan dedikasi dan integrasi yang tinggi.

Rumah Sakit Premier Surabaya